Translate Language

Rabu, 11 Januari 2017

Pandangan Islam tentang Wanita

Oleh Maya Rahmawati

Bismillahirrohmanirrohim…

Kesetaraan gender, sering kali kita mendengar tuntutan itu yang digembor-gemborkan oleh beberapa perempuan, dimana perempuan memperjuangkan hak-haknya untuk memperoleh pengakuan kedudukan yang sama dengan laki-laki.

8 maret merupakan hari yang dianggap bersejarah bagi  kaum feminis diseluruh dunia, yakni sebagai peringatan hari keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial. Lahirnya hari perempuan sedunia ini, muncul dari berbagai keprihatinan kaum perempuan akan peran dan sepak terjangnya yang hanya berkutat pada bidang rumah tangga. Berbagai gerakan revolusi yang dilakukan di berbagai negara, berhasil mendeklarasikan hak-hak asasi perempuan dan pembebasan dari diskriminasi. Banyak kaum feminis mengatakan perempuan itu ditindas, banyak terjadi pelecehan seksual pada perempuan, penyiksaan dalam rumah tangga. Benarkah demikian? Lalu bagaimana menurut islam?

Perempuan adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang lembut, penuh kasih sayang, dan unik. Keberadaannnya memberikan andil yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Karena itulah Allah SWT secara khusus memberikan satu surah khusus didalam Alquran dengan nama surah An-Nisa’ (wanita-wanita), dan penghargaan ini tidak diberikan kepada laki-laki. Dari sini telah menunjukkan betapa mulianya seorang perempuan.

Menurut agama islam perempuan adalah ummahat, mereka memiliki peran besar didunia ini. Sering kita mendengar bahwa “perempuan adalah tiang Negara, apabila perempuan di Negara itu baik maka Negara akan baik, dan apabila perempuan di Negara itu rusak maka Negara akan rusak pula.” Artinya peran perempuan dalam sebuah negara itu penting dan keberhasilan yang diraih dalam kepemimpinan seorang laki-laki pasti ada perempuan yang hebat dibelakangnya. Jadi secara tidak langsung sebenarnya perempuan itu memiliki pengaruh yang sangat besar walaupun mereka tidak berperan didepan dan menunjukkan peran mereka.

Tanpa kita sadari bahwasannya perempuan adalah makhluk yang tangguh, dapat kita lihat saat mereka berani mempertaruhkan nyawa mereka pada saat proses persalinan, mereka rela tidak tidur hanya untuk mengurus seorang makhluk mungil yang telah dititipkan oleh  Allah kepadanya, dan masih banyak lagi hal mulia yang menunjukkan bahwa perempuan adalah makhluk yang tangguh. Tugas mengurus anak adalah tugas yang mulia, yaitu saat perempuan mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak dengan ahsan adalah bagian dari investasi dimasa depan. Dengan harapan anaknya akan menjadi anak yang sholeh sholehah dan bisa meneruskan perjuangan islam. Berbeda jika anak diasuh oleh babysitter yang notabene hanya memiliki pendidikan yang rendah sedangkan ibunya selalu sibuk dengan karir yang ditekuninya, akhirnya anak akan kekurangan kasih sayang dan didikan dari orang tuanya. Hal ini sesuai dengan ayat al-qur’an surat An-nisa’ ayat 9 yang artinya “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraannya). Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Dari pemaparan diatas telah diketahui bahwa perempuan terlahir bukan menjadi makhluk yang lemah namun dia adalah makhluk yang tangguh. Dan Allah menempatkan makhluk yang diciptakannya secara adil sesuai dengan tempatnya.

Dengan adanya peringatan hari perempuan internasional, seakan-akan malah menunjukkan adanya diskriminasi diantara laki-laki dan perempuan sekaligus menunjukkan kalau perempuan itu lemah sehingga membutuhkan perlakuan khusus. Padahal telah diketahui bahwasaannya derajat perempuan itu tiga tingkat lebih tinggi dibanding seorang laki-laki. Dan umat muslim telah mengetahui hal tersebut.

Mulai saat ini perlu dihapuskan paradigma yang menganggap hari perempuan internasional adalah hari dimana kaum perempuan dimerdekakan, karena masih banyak hal lain yang lebih penting daripada hari tersebut.

Semoga kita senantiasa dalam perlindungan Allah, dan mampu menyaring ideologi barat yang tanpa disadari sering kali masuk kedalam kehidupan umat muslim.

Sumber : Minhaj, Edisi 49 : 18 Maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar