Disebuah pulau tinggalah mahluk yang bernama Cinta,
Kekayaan, Kegembiraan, Kesedihan dan. Kecantikan. Pada suatu hari datanglah
banjir besar yang melanda pulau tersebut. Cinta berusaha mencari perahu untuk
menyelamatkan diri, namun ia tidak menemukannya. Sedangkan air perlahan-lahan
semakin tinggi. Lalu lewatlah kekayaan dengan perahu mewahnya. Berteriaklah
cinta “Hai Kekayaan… nebeng dong gua ga dapet perahu nih”. Namun Kekayaan
menjawab “Sorry nih Cin’ perahu gw sudah penuh dengan harta kekayaan gw, lo mau
duduk dimana? Udah ngga muat lagi..” Lalu kekayaan pun berlalu dengan
perahunya. Beberapa saat kemudian, lewatlah Kegembiraan dengan perahunya. Cinta
pun berteriak “Kegembiraan, ikut doong..”. Nanun karena terlalu gembira,
kegembiraan pun tidak mendengar teriakan Cinta. Perahu Kegembiraan pun
berlalu….
Air semakin meninggi, dan membasahi pinggang Cinta.
Lalu lewatlah kesedihan. Cinta pun berteriak lagi minta tolong. Tapi kesedihan
menjawab “Sorry Cin.. gw lagi bete, gw pengen sendiri.”. Perahu Kesedihan pun
berlalu… Cinta merasa sedih. Mengapa tidak ada yang mau menolongnya Lalu
lewatlah Kecantikan dengan perahunya. Cinta pun berseru “Cantik.. gw nebeng
dong. Air semakin tinggi. bentar lagi gw mati tenggelem nih.” Lalu Kecantikan
berkata “Sorry nih Cin’ bukannya gw gak mau nolongin elo. Tapi lo basah, dekil
and de kumel lagi. Kalo lo naik perahu gw yang cantik ini jadi kotor.” Cinta
pun semakin sedih dan pasrah dengan nasibnya. Teman-temannya tidak ada satupun
yang mau menolongnya.
Air mulai menyentuh dagu Cinta. Di tengah
kepasrahannya, lewatlah perahu seorang kakek. Perahu itu menepi menghampiri
Cinta. Orang tua itu berkata “Cinta, ayo naik, nanti kamu tenggelam.”. Cintapun
naik ke perahu itu. Sampainya di sebuah pulau yang aman, kakek itu menepi dan
menurunkan Cinta. Cinta pun turun dan tidak lupa mengucapkan terima kasih
kepada kakek itu. Setelah menurunkan Cinta, orang tua itu pun pergi
meninggalkannya. Cinta masih terheran-heran, mengapa orang yang tidak
dikenalnya itu mau menolongnya. Sedangkan teman-temannya malah tidak mau
menolongnya.
Dalam keheningannya Cinta tersadar, kalau ia lupa
menanyakan nama orang tua itu. Cinta bertanya kepada seorang penjaga perahu di
pulau itu “Gan, ente kenal gak sama kakek yang nganter ane tadi?”. Lalu pejaga
pulau itu menjawab “ane kenal gan. Kakek tua itu namanya “WAKTU” “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar