Oleh Maya Rahmawati
Bismillahirrohmanirrohim…
Kesetaraan
gender, sering kali kita mendengar tuntutan itu yang digembor-gemborkan oleh
beberapa perempuan, dimana perempuan memperjuangkan hak-haknya untuk memperoleh
pengakuan kedudukan yang sama dengan laki-laki.
8
maret merupakan hari yang dianggap bersejarah bagi kaum feminis diseluruh
dunia, yakni sebagai peringatan hari keberhasilan kaum perempuan di bidang
ekonomi, politik dan sosial. Lahirnya hari perempuan sedunia ini, muncul dari
berbagai keprihatinan kaum perempuan akan peran dan sepak terjangnya yang hanya
berkutat pada bidang rumah tangga. Berbagai gerakan revolusi yang dilakukan di
berbagai negara, berhasil mendeklarasikan hak-hak asasi perempuan dan
pembebasan dari diskriminasi. Banyak kaum feminis mengatakan perempuan itu
ditindas, banyak terjadi pelecehan seksual pada perempuan, penyiksaan dalam
rumah tangga. Benarkah demikian? Lalu bagaimana menurut islam?
Perempuan adalah salah satu makhluk ciptaan Allah
yang lembut, penuh kasih sayang, dan unik. Keberadaannnya memberikan andil yang
sangat besar bagi kehidupan manusia. Karena itulah Allah SWT secara khusus
memberikan satu surah khusus didalam Alquran dengan nama surah An-Nisa’
(wanita-wanita), dan penghargaan ini tidak diberikan kepada laki-laki. Dari
sini telah menunjukkan betapa mulianya seorang perempuan.
Menurut agama islam perempuan adalah ummahat, mereka
memiliki peran besar didunia ini. Sering kita mendengar bahwa “perempuan adalah tiang Negara,
apabila perempuan di Negara itu baik maka Negara akan baik, dan apabila
perempuan di Negara itu rusak maka Negara akan rusak pula.” Artinya
peran perempuan dalam sebuah negara itu penting dan keberhasilan yang diraih
dalam kepemimpinan seorang laki-laki pasti ada perempuan yang hebat
dibelakangnya. Jadi secara tidak langsung sebenarnya perempuan itu memiliki
pengaruh yang sangat besar walaupun mereka tidak berperan didepan dan menunjukkan
peran mereka.
Tanpa kita sadari bahwasannya perempuan adalah
makhluk yang tangguh, dapat kita lihat saat mereka berani mempertaruhkan nyawa
mereka pada saat proses persalinan, mereka rela tidak tidur hanya untuk
mengurus seorang makhluk mungil yang telah dititipkan oleh Allah
kepadanya, dan masih banyak lagi hal mulia yang menunjukkan bahwa perempuan
adalah makhluk yang tangguh. Tugas mengurus anak adalah tugas yang mulia, yaitu
saat perempuan mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak dengan ahsan adalah
bagian dari investasi dimasa depan. Dengan harapan anaknya akan menjadi anak
yang sholeh sholehah dan bisa meneruskan perjuangan islam. Berbeda jika anak
diasuh oleh babysitter yang notabene hanya memiliki pendidikan yang rendah
sedangkan ibunya selalu sibuk dengan karir yang ditekuninya, akhirnya anak akan
kekurangan kasih sayang dan didikan dari orang tuanya. Hal ini sesuai dengan
ayat al-qur’an surat An-nisa’ ayat 9 yang artinya “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya
mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka
khawatir terhadap (kesejahteraannya). Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa
kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”
Dari pemaparan diatas telah diketahui bahwa
perempuan terlahir bukan menjadi makhluk yang lemah namun dia adalah makhluk
yang tangguh. Dan Allah menempatkan makhluk yang diciptakannya secara adil
sesuai dengan tempatnya.
Dengan adanya peringatan hari perempuan
internasional, seakan-akan malah menunjukkan adanya diskriminasi diantara
laki-laki dan perempuan sekaligus menunjukkan kalau perempuan itu lemah
sehingga membutuhkan perlakuan khusus. Padahal telah diketahui bahwasaannya
derajat perempuan itu tiga tingkat lebih tinggi dibanding seorang laki-laki.
Dan umat muslim telah mengetahui hal tersebut.
Mulai saat ini perlu dihapuskan paradigma yang
menganggap hari perempuan internasional adalah hari dimana kaum perempuan
dimerdekakan, karena masih banyak hal lain yang lebih penting daripada hari
tersebut.
Semoga kita senantiasa dalam perlindungan Allah, dan
mampu menyaring ideologi barat yang tanpa disadari sering kali masuk kedalam
kehidupan umat muslim.
Sumber
: Minhaj, Edisi 49 : 18 Maret 2011