BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masih banyak misteri tentang alam semesta, tentang bagaimana ia diciptakan,
berapa persis umur, dan tentang begitu banyak planet yang belum diketahui apa
isinya. Salah satu misteri yang juga membuat para ahli penasaran adalah black
hole (lubang hitam). Lubang hitam itu dianggap sebagai tempat paling
aneh dialam semesta ini. Misteri
lubang hitam yang bertebaran di angkasa lepas dikatakan menyamai konsep
kejadian aneh yang terjadi di Segitiga Bermuda, apabila kapal atau pesawat yang
melintasi kawasan perairan itu raib secara tiba-tiba.
Bagaimanapun, lubang hitam seumpama lubang
gergasi, ukurannya lebih luas daripada matahari serta langit di angkasa,
menyedot apa saja yang mendekatinya termasuk planet. Malah kekuatan tarikannya
menyebabkan cahaya yang tidak memiliki kekuatan juga tidak mampu melepaskan
diri. Misteri yang menyelubungi kejadian lubang hitam itu bagaimanapun hanya
mampu dikaji dari jauh lantaran kemampuan sains dan teknologi manusia nyata
masih belum mampu membawa mereka menghampiri lubang itu. Menggunakan teleskop
dan pengamatan terhadap bintang yang disesuaikan pula dengan berbagai hukum
fisik yang berada sekitar bumi, berbagai teori dikemukakan bagi mengisi
kekosongan pada ruangan jawaban yang dicetuskan misteri alam itu.
Misteri yang
menyelubungi lubang hitam akan terus menarik minat ahli astronomi
sehingga satu jawaban yang benar diperoleh. Selagi manusia belum mampu
menjelajah jauh ke luar angkasa, saat itu pula jawaban itu gagal diperoleh dan
berbagai teori tanpa bukti akan terus dikemukakan bagi menyelesaikan misteri
alam itu.
Dalam
bahasan fenomena kali ini, baiklah kita tinjau apa sebenarnya lubang hitam atau
yang disebut para ilmuwan sebagai singularitas dari bintang redup yang
mengalami keruntuhan gravitasi (gravitational collapse) sempurna ini. Memahami
proses dan cara kerja evolusi lubang hitam adalah penting untuk menjelaskan
formasi galaksi bimasakti dan keutuhan bumi di masa depan. Mempelajari radiasi
dan interaksi antargalaksi dapat membuat kita paham akan
besarnya medan gravitasi, gaya
magnet, dan proses radiasi lubang hitam.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Pengertian lubang hitam
2.
Sejarah lubang hitam
3.
Asal-muasal lubang hitam
4.
Lubang hitam dijagad raya
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Lubang Hitam
Lubang hitam adalah
sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi
yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos
darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu
kuat sehingga kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada
sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya,
bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya,
dari sini diperoleh kata "hitam". Istilah "lubang hitam"
telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti
biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat
kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memiliki ukuran apa pun, dari
mikroskopik sampai ke
ukuran alam raya yang
dapat diamati
B. Sejarah Lubang Hitam
Teori adanya
lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Michell and
Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama
Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori Relativitas
Umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William
Hawking. Pada saat ini banyak astronom seperti Charis yang percaya bahwa hampir
semua galaksi dialam
semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.
John
Archibald Wheeler pada tahun 1967 yang memberikan nama "Lubang Hitam"
sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para
penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita
bisa mendeteksi materi yang tertarik atau tersedot ke arahnya. Dengan cara
inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam
di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehing-
ga diperkirakan di angkasa dihiasi
oleh jutaan lubang hitam.
C. Asal-Muasal Lubang Hitam
Ketika sebuah bintang kehabisan bahan
bakar karena Hidrogen sudah habis menjadi Helium (proses fusi) maka bintang
akan mendingin dan kekuatan gravitasi bintang menjadi dominan yang menyebabkan
lapisan luar bintang runtuh ke arah inti (pusat gravitasi). Proses pada
tahap akhir kematian bintang berbeda-beda sesuai dengan besar massa bintang tersebut.
Sehingga bintang yang sudah mati bisa menjadi bermacam-macam obyek, seperti
bintang katai putih (bintang kerdil putih), bintang neutron, lubang hitam,
pulsar, dll.
Bintang yang memiliki massa lebih besar
dari Matahari, saat proses fusi terhenti akan terjadi dorongan gravitasi ke
dalam massa bintang (tarikan gravitasi ke arah pusat bintang). Karena inti
bintang mendapat tekanan yang tinggi dari luar maka inti memberikan reaksi
keluar sehingga ukuran bintang menjadi sangat besar dan berwarna merah (red
giant). Pada tahap ini bintang akan mengembang menjadi ukuran
raksasa, sementara dibagian dalamnya, pusat bintang akan menghasilkan
gravitasi dan memulai terjadinya pengerutan. Saat mengerut pusat bintang
menjadi lebih panas dan rapat. Pada titik ini, sejumlah reaksi nuklir mulai
terjadi dan bisa menghentikan keruntuhan pusat bintang untuk sementara. Perlu
diingat, hanya Sementara. Saat di pusat bintang hanya tersisa besi, maka tak
ada lagi pembakaran. Saat fusi tak lagi terjadi, dalam hitungan detik, bintang
memulai fase akhirnya yakni keruntuhan gravitasi. Temperatur di pusat bintang
naik melebihi 100 miliar derajat, kemudian pusat bintang mengalami tekanan dan
mengecil namun kemudian mengembang menjadi super raksasa (supergiant) secara
tiba-tiba. Energi pengembangan ini ditransfer ke selubung bintang, yang
kemudian memicu terjadinya ledakan dengan kekuatan maha dahsyat serta
memancarkan cahaya yang sangat besar dan terang yang disebut sebagai Supernova.
Dengan kata lain, bintang yang menjadi
supergiant bersifat tidak stabil, sehingga lebur dan hancur berkeping-keping
dalam satu ledakan Supernova. Tetapi tidak semua bintang mati mengalami
Supernova. Sekali lagi, hal ini tergantung dari besarnya massa bintang itu
sendiri.
Setelah menjadi Supernova, semua materi
yang tersisa segera menyusut, bahkan yang sangat besarpun akan menyusut sampai
lenyap. Sisanya adalah ruangan kecil dengan gravitasi yang sangat besar. Bagian
ini akan menyedot semua material yang ada didekatnya bahkan cahaya pun tidak
akan mampu lolos dari gravitasinya. Inilah yang disebut sebagai lubang hitam.
Semakin banyak materi yang terhisap, semakin besar massa lubang hitam dan
semakin besar pula gravitasinya. Sedangkan bintang kecil yang meledak sebagai
Supernova tidak mengakhiri hidupnya menjadi lubang hitam karena tekanan
gravitasinya tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan
nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Sehingga
bintang tersebut mati menjadi bintang kecil atau pulsar.
Mungkinkah matahari bisa menjadi lubang
hitam? jawabnya tidak, mengapa? Matahari tidak akan mati menjadi lubang hitam
karena massanya tidak mampu untuk melakukan proses yang tersebut diatas.
Matahari hanya akan berakhir menjadi “bintang kerdil putih” setelah melalui
tahap sebagai red giant.
Seandainya Matahari mati menjadi lubang
hitam, maka orbit planet-planet dalam tata surya tidak akan berubah karena
massa lubang hitam dari Matahari tetap 1 massa matahari. Orbit planet
dipengaruhi oleh massa bintang bukan pada bagaimana si massa ini berevolusi
dalam bentuk bola raksasa atau sebuah bola tenis. Tetapi tentu saja temperatur
di Bumi akan berubah dan kehidupan di Bumi akan menjadi gelap karena tidak ada
sumber sinar.
Planet-planet yang mengorbit lubang
hitam juga tidak akan terhisap ke dalam lubang hitam karena semakin jauh
sebuah obyek maka pengaruh dari gravitasi yang menariknya akan semaki kecil.
Dan seandainya Matahari jadi lubang hitam, horizonnya hanya 3 km, dan itu
berarti semua planet yang memang berada di luar jarak 3 km itu akan baik-baik
saja. Jarak Merkurius saja hampir 60 juta km dari Matahari. Tapi perlu
diingat juga Matahari akan melalui masa dimana ia akan menjadi raksasa merah
dan pada saat itu planet-planet seperti Merkurius, Venus dan Bumi akan ditelan
oleh Matahari yang mengembang tersebut.
Menurut
relativitas umum lubang hitam dapat terbentuk ketika sebuah bintang masif
kehabisan bahan bakar nuklir dan dihancurkan oleh kekuatan gravitasinya
sendiri. Pembakaran bahan bakar menciptakan dorongan luar yang menyebabkan
tarikan gravitasi ke dalam. Ketika bahan bakar sudah habis, bintang tidak bisa
lagi mendukung beratnya sendiri. Akibatnya, inti dari bintang runtuh. Jika
massa inti adalah tiga atau lebih massa matahari, inti runtuh ke dalam
singularitas dalam sepersekian detik.
Menurut
teori evolusi bintang (lahir, berkembang, dan matinya bintang), buyut dari
lubang hitam adalah sebuah bintang biru. Bintang biru merupakan julukan bagi
deret kelompok bintang yang massanya lebih besar dari 1,4 kali massa
matahari. Disebutkan para ahli fisika kosmis, ketika pembakaran hidrogen
di bintang biru mulai usai (kira-kira memakan waktu 10 juta tahun), ia akan
berkontraksi dan memuai menjadi bintang maha raksasa biru. Selanjutnya, ia akan
mendingin menjadi bintang maha raksasa merah. Dalam fase inilah, akibat tarikan
gravitasinya sendiri, bintang maha raksasa merah mengalami keruntuhan gravitasi
menghasilkan ledakan dahsyat atau biasa disebut sebagai Supernova.
Supernova
ditandai dengan peningkatan kecerahan cahaya hingga miliaran kali cahaya
bintang biasa kemudian melahirkan dua kelas bintang, yakni bintang netron dan
lubang hitam. Bintang netron (disebut juga Pulsar atau bintang denyut) terjadi
bila massa bintang runtuh lebih besar dari 1,4 kali, tapi lebih kecil dari tiga
kali massa matahari. Sementara lubang hitam mempunyai massa bintang runtuh
lebih dari tiga kali massa matahari. Materi pembentuk lubang hitam kemudian
mengalami pengerutan yang tidak dapat mencegah apapun darinya. Bintang menjadi
sangat mampat sampai menjadi suatu titik massa yang kerapatannya tidak
terhingga, yang disebut singularitas tadi.
Di dalam
kaidah fisika, besaran gaya gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
atau dirumuskan F µ 1/r2. Dari formula inilah kita bisa memahami mengapa lubang
hitam mempunyai gaya gravitasi yang maha dahsyat. Dengan nilai r yang makin
kecil atau mendekati nol, gaya gravitasi akan menjadi tak hingga besarnya. Para
ilmuwan menghitung, seandainya benda bermassa seperti bumi kita ini akan
menjadi lubang hitam, agar gravitasinya mampu mencegah cahaya keluar, maka
benda itu harus dimampatkan menjadi bola berjari-jari 1 cm.
Rata-rata supernova terjadi setiap 50 tahun sekali di galaksi seukuran
galaksi Bima Sakti. Supernova memiliki peran dalam memperkaya medium
antarbintang dengan elemen-elemen massa yang lebih besar. Selanjutnya gelombang
kejut dari ledakan supernova mampu membentuk formasi bintang baru.
Massa dari
lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Permukaan dari sebuah
lubang hitam disebut dengan sebuah event horizon. Hancurnya gaya gravitasi
menjadikan hampir seluruh cahaya tidak dapat melepaskan diri dan tidak ada satu
pun informasi dari permukaan itu yang berhasil lolos. Semua materi tidak
bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek
yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan terhisap.
Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang
hitam dapat menghisap apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menghisap
material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi
yang lewat sangat dekat dengannya. Contoh : bayangkan Matahari kita
menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi
dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap
mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat
ini dan tidak terhisap masuk kedalamnya. Bahaya akan mengancam hanya jika bumi
kita berjarak 10 mil dari lubang hitam, hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa
bumi berjarak 93 juta mil dari Matahari. Lubang
hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam
yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang
lebih besar.
D. Perjalanan Waktu
Sebelum adanya teori Einstein, ruang dan
waktu adalah dua entitas yang terpisahkan. Tahun 1915, ilmuwan kelahiran
Jerman, Albert Einstein, mengembangkan teori Relativitas Umum, yang
menghubungkan antara ruang dan gravitasi.Dalam teori gravitasi Einstein itu,
suatu objek dapat mendistorsi atau membelokkan ruang. Objek-objek pejal atau
yang bermassa besar serupa akan membuat ruang di sekitarnya terlekuk, atau
biasa di sebut menciptakan sumur gravitasi.
Objek lubang hitam mampu menciptakan
lebih dari sekedar lekukan biasa terhadap ruang di sekitarnya. Lubang hitam
adalah sisa peninggalan bintang pejal, yang mengalami keruntuhan pada akhir
masa hidupnya. Wujud bintang mula-mula telah dimampatkan secara luar biasa
sehingga memiliki gravitasi yang sangat kuat yang mampu membentuk sumur
gravitasi yang dalam dan berdinding curam. Cahaya tidak dapat menembusnya,
sehingga ia berwarna hitam. Tidak ada objek yang mampu lepas dari perangkap
sumurnya sehingga ia mirip sebuah lubang yang tidak berhubungan dengan ruang
sekitarnya. Lubang tersebut benar-benar terpisah dari ruang. Gravitasi lubang
hitam tidak hanya mendistorsi ruang di sekitarnya tetapi juga waktu. Aliran
waktu dipengaruhi sehingga kian melambat ketika mendekati lubang.
Semula
para ilmuwan berpendapat bahwa lubang hitam dapat menjadi gerbang perlintasan
ke tempat yang sangat jauh dalam waktu cepat. Dengan menembus lubang hitam
mungkin seseorang dapat mencapai tempat lain di ujung alam semesta lain yang
tidak terkenal. Kini disadari bahwa itu mustahil terjadi. Namun lubang cacing
atau lubang hitam yang terkendali yang dikenal dengan sebutan Wormhole,
memungkinkan impian tersebut dapat terwujud.
Pada tahun 1962, John Wheeler dan Robert
Fuller menunjukkan bahwa wormhole tipe jembatan Einstein-Rosen tidak stabil,
menyebabkan cahaya pun tidak dapat melewatinya sesaat wormhole terbentuk.
Demikian, sejak saat itu, teori tentang wormhole terus menerus dikaji; demikian
juga, urban legend tentang wormhole pun hadir di tengah masyarakat, khususnya
dalam literatur fiksi ilmiah.
Pada
tahun 1988 Kip Thorne dan Mike Morris mengusulkan bahwa wormhole bisa
dipertahankan kestabilannya mempergunakan materi eksotik suatu materi yang
masih teoritis, dan belum ditemukan di dunia, dengan perilaku seperti massa
yang negatif atau menolak gravitasi, alih-alih patuh pada hukum Gravitasi
Newton. Model teori ini dikenal sebagai “Morris-Thorne wormhole”.
Teori-teori yang kemudian dikembangkan untuk mempertahankan kestabilan
wormhole, sehingga bisa dilalui, sampai saat ini berpedoman pada argumentasi
bahwa tidak ada materi yang kita ketahui bisa berperanan untuk mempertahankan
kestabilan, karena membutuhkan adanya energi negatif.
Kendati
wormhole masih menjadi wacana teori (dan urban legend), tetapi belum ada bukti
yang bisa mendukung keberadaannya, baik dari pengamatan maupun secara
eksperimen. Apakah kemudian wormhole itu tidak mungkin ada? Atau mungkinkah
wormhole dibuat?Secara teori, kita bisa membangun Wormhole. Caranya? Supaya
ruang-waktu bisa terlipat dibutuhkan materi dan energi yang sangat luar biasa, sehingga
kita membutuhkan materi yang sangat padat di luar angkasa seperti bintang neutron.
Karena Bintang netron adalah jenis bintang yang massa-nya mencapai 1,35 sampai
2,1 kali massa Matahari, tetapi dengan radius hanya 20 sampai 10 km, mencapai
30 ribu sampai 70 ribu lebih kecil daripada Matahari. Dengan demikian, maka
berat-jenis bintang netron mencapai dari 8×10^13 sampai 2×10^15 g/cm^3.
Untuk membangun Wormhole dibutuhkan
massa secukupnya dari bintang netron sampai bisa membentuk cincin raksasa
seukuran orbit Bumi mengelilingi Matahari. Kemudian, buat cincin yang lain di
ujung yang lain. Setelah konstruksi cincin raksasa di kedua ujung tersebut
selesai, berikan tegangan listrik yang sangat tinggi, pada kedua ujungnya,
diputar sampai mencapai laju cahaya dua-duanya, dan voila, perjalanan lintas
ruang-waktu seketika.
Fakta bahwa perjalanan menembus waktu,
atau apabila meloncat ke masa depan itu bisa diterima, karena memang tidak
bertentangan dengan Teori Relativitas Khusus, tetapi jika perjalanan-nya mundur
dalam waktu? Itu yang menjadi kontroversi, seperti yang dilakukan para time
traveller, sesuatu yang sulit dipahami, bahkan bisa menimbulkan paradoks.Bila,
salah satu ujung wormhole yang tadi telah dibuat tersebut digerakkan dengan
laju mencapai laju cahaya, dan sesuai dari teori Relativitas Khusus, semakin
laju suatu benda, mencapai kecepatan cahaya, waktu berjalan menjadi lambat;
gerak relatif tersebut menciptakan perbedaan waktu antara keduanya. Sedemikian
sehingga tercipta adanya lorong yang ujung-ujungnya berbeda waktu. Jika dari
ujung yang diam, seseorang bergerak jauh ke masa depan, tapi kebalikannya, dari
ujung yang bergerak, dia akan kembali ke masa lalu.
Disinilah kontroversinya, jika seseorang
kembali dari masa depan, lalu membunuh orang-tuanya sebelum dia dilahirkan,
lalu bagaimana dia bisa ‘ada’ dan melaksanakan misi membunuh orang-tuanya?
Dengan pengetahuan akan teori Quantum, Stephen Hawking memperkenalkan
‘Konjektur Perlindungan Kronologi’, yang bisa melindungi perjalanan antar waktu
tersebut. Karena secara teori, di dalam lorong pasangan partikel-antipartikel
secara terus menerus tercipta dan saling meniadakan, dengan demikian energi
meluap dengan amat sangat, bahkan bisa melebihi energi eksotis yang diperlukan
untuk membuka gerbang wormhole. Dan, wormhole akan terganggu dan tertutup,
bahkan sebelum mesin waktu tercipta.
Profesor Hawking sempat menyatakan kalau sejatinya materi yang terisap
lubang hitam akan mengalir menuju jagad raya baru. Pemikiran ini banyak dipakai
dalam cerita-cerita fiksi ilmiah. Namun, dalam pertemuan yang dihadiri 800 ahli fisika
dari 50-an negara itu, Hawking mengubah keyakinan yang pernah dikemukakannya
dalam tulisan berjudul The Information Paradox for Black Holes. Sekarang
Hawking berkeyakinan kalau lubang hitam menyimpan apa yang diisapnya dalam
waktu lama. Setelah lubang hitam rusak dan mati, apa yang pernah diisapnya
dipancarkan kembali ke jagad raya dalam keadaan tercerai-berai. Materi, energi, dan
informasi yang terisap lubang hitam tetap berada di jagad raya.
Materi yang diisap black hole masih tersimpan sehingga lubang hitam
tidak bisa dipakai untuk menuju jagad lain. Bila seseorang diisap ke lubang
hitam, massa dan energinya akan kembali ke jagad raya dalam keadaan terurai.
Materi tersebut masih mengandung informasi yang sama, namun dalam bentuk yang
tidak dikenali lagi. Berdasarkan pernyataan tersebut,
Wormhole
sepertinya tidak akan pernah ada.
E. Fakta-Fakta Unik Sekitar Black Hole Atau Lubang Hitam
Cahaya melengkung begitu dalam di dekat
lubang hitam sehingga apabila Anda berada dekatnya dan berdiri membelakangi,
Anda akan dapat melihat berbagai bayangan dari setiap bintang di jagat raya,
dan dapat melihat bagian belakang dari kepala Anda sendiri.
Di bagian
dalam sebuah lubang hitam, ketentuan-ketentuan soal jarak dan waktu berlaku
kebalikan: seperti halnya saat ini Anda tidak dapat menghindar dari perjalanan
menuju masa depan, di dalam lubang hitam Anda tidak dapat mengelak dari
singularitas sentral. Apabila Anda berdiri pada sebuah jarak aman dari lubang
hitam dan melihat seorang teman terjatuh ke dalamnya, dia akan terlihat
bergerak melamban dan hampir berhenti ketika sampai di tepian event horizon.
Bayangan teman itu akan memudar dengan sangat cepat. Sayangnya, dari sudut
pandangnya sendiri dia akan melintasi event horizon dengan aman, dan akan
bertemu dengan ajalnya di singularitas.
Lubang-lubang hitam adalah objek-objek yang paling sederhana di jagat raya. Anda dapat menggambarkannya secara utuh dengan hanya mengetahui massa, olakan, dan muatan listriknya. Sebaliknya, untuk melukiskan secara utuh sebutir debu saja, Anda harus menjelaskan posisi dan kondisi seluruh atomnya. Seperti yang ditemukan Hawking, lubang-lubang hitam dapat menguap, tetapi dengan sangat lambat. Bahkan untuk seukuran massa sebuah gunung akan bertahan selama sepuluh miliar tahun.
Lubang-lubang hitam adalah objek-objek yang paling sederhana di jagat raya. Anda dapat menggambarkannya secara utuh dengan hanya mengetahui massa, olakan, dan muatan listriknya. Sebaliknya, untuk melukiskan secara utuh sebutir debu saja, Anda harus menjelaskan posisi dan kondisi seluruh atomnya. Seperti yang ditemukan Hawking, lubang-lubang hitam dapat menguap, tetapi dengan sangat lambat. Bahkan untuk seukuran massa sebuah gunung akan bertahan selama sepuluh miliar tahun.
Lubang
hitam tidak meradiasikan cahaya, dan sebuah objek yang terjatuh ke dalamnya
tidak akan mampu lagi memancarkan cahayanya. Semua itu menjadikan upaya
mendeteksi lubang hitam akan sangat menantang. Hanya ketika sebuah lubang hitam
berada dalam wujudnya yang kembar dan efek gravitasi menyebabkan pasangannya itu
menghasilkan gas, kita dapat
mendeteksi sinar-X.
F. Jutaan Lubang Hitam Di Jagad Raya
Teori tentang jumlah lubang hitam
di jagat raya akan terus menerus berubah seiring dengan terkuwaknya
fenomena-fenomena jagat raya yang berhasil diungkap oleh para ilmuwan,yang
sejak lama di yakini memang hanya satu lubang Hitam dipusat sistem tata surya
sekarang kelihatannnya tidak bisa di pertahankan lagi dan akan
terus berubah.
Dalam konteks ini NASA telah menemukan
jutaan lubang hitam dengan ukuran sangat besar dan galaksi-galaksi yang bersuhu
tinggi di jagat raya ini,sebagaimana laporan Daniel Sterm. Menurut Sterm, seorang
astronom dari NASA mengatakan bahwa mereka telah mengepung lubang hitam.
Sebelumnya benda-benda di jagad raya itu
tertutup debu sangat tebal sehingga tidak tertembus, tetapi kemudian teleskop
yang dimiliki oleh Badan Antariksa AS( NASA )yang dinamakan
“Wide-Field Inflared Survey Explorer(WISE) berhasil menerobosnya.Teleskop
WISE tersebut berhasil menembus gelombang sangat panas serta
memberikan gambar objek-objek paling cemerlang di jagad raya. Menurutnya
pula,bahwa penemuan itu akan membantu para ilmuwan untuk mengetahui bagaimana
galaksi dan lubang hitam itu terbentuk,karena diyakini sekarang terdapat lubang
hitam disetiap pusat galaksi yang sangat luas tersebut. Lubang-lubang
hitam itu menelan debu, gas dan bintang-bintang serta juga terkadang bisa
mengeluarkan cukup energi untuk menghentikan formasi bintang-bintang
tersebut.
Teleskop WISE(Wide–Field Inflared
Survey Explorer) meskipun telah menemukan beberapa kejutan, namun demikian
belum bisa memecahkan kemisterian bagaimana mekanisme keduanya
berevolusi. WISE telah berhasil menemukan jutaan lubang hitam di langit,dan
sudah mengepungnya. Dan data penemuan NASA tersebut akan segera di publikasikan
kepada masyarakat agar bisa melakukan penelitiannya sendiri.
Berbagai penemuan tersebut semakin
terkuwak-sedikit demi sedikit mengenai tanda-tanda kebesaran kekuasaan Allah
SWT yang terdapat pada jagad raya yang oleh Islam seringkali
disebutnya”dalil kauniah”. Seiring deng
an penemuan jutaan lubang hitam di
jagad raya, yang ditiap pusat galaksi terdapat satu lubang hitam yang
mengisyaratkan “Konsep alam ganda” yang di sebutkan dalam Al Qur’an ,kitab suci
umat islam mulai terungkap. Namun hal itu tentu saja belum final,karena masih
sangat sedikit yang baru diketahui oleh para ilmuwan tersebut.Karena
menurut perkiraan para astronom dijagad raya ini terdapat lebih 400
Milyar sistem seperti tata surya yang dikenal
manusia.
G. Lubang Hitam Digalaksi Bimasakti
Para ahli astronomi percaya objek itu
berjarak sekitar 20.000-30.000 tahun cahaya dari bagian dalam galaksi itu. Nova
itu mencapai puncak sinar-X energi di atas 10.000 volt eletron, atau beberapa
ribu kali voltase cahaya yang bisa dilihat pada 18 September; saat nova
itu mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan Crab Nebula. sisa supernova
yang terkenal dan menjadi sasaran kalibrasi bagi pengamatan energi tinggi.
Supernova itu dipandang salah sumber
cahaya paling terang di luar Sistem Matahari. Meskipun menjadi suram pada
energi yang lebih tinggi, tapi nova itu lebih terang pada pancaran energi
rendah yang dideteksi oleh Teleskop sinar-X Swift.
Para
astronom percaya bahwa sejumlah sistem bintang biner mengandung lubang hitam
karena dua alasan:
1.
Setiap sistem adalah sumber sinar-X intens
dan variabel. Adanya sinar ini membuktikan bahwa sistem berisi bintang kompak -
baik lubang hitam atau obyek kurang kompak yang disebut bintang neutron.
2.
Bintang terlihat mengelilingi objek kompak
dengan kecepatan tinggi dimana objek harus lebih besar dari tiga massa
matahari.
Tahun 1999, dengan biaya 2,8 milyar
dollar, AS masih meluncurkan teleskop Chandra, guna menyingkap misteri lubang
hitam. The Chandra X-ray Observatory sepanjang 45 kaki milik NASA ini telah
berhasil membuat ratusan gambar resolusi tinggi dan menangkap adanya
lompatan-lompatan sinar-X dari pusat galaksi Bima Sakti berjarak 24.000 tahun
cahaya dari Bumi. Mencengangkan, karena bila memang benar demikian (lompatan
sinar-X itu) menunjukkan adanya sebuah lubang hitam di jantung Bima Sakti, maka
teori Albert Einstein kembali benar. Ia menyatakan, bahwa di jantung setiap
galaksi terdapat lubang hitam.
Washington (ANTARA News) - NASA, Jumat,
memublikasikan, satu black hole, alias lubang hitam baru yang
bermassa-bintang telah ditemukan di Galaksi Bimasakti oleh satelit Swift.
Sinar-X berenergi tinggi dari satu sumber ke arah pusat Galaksi Bimasakti
terlihat, menunjukkan kehadiran lubang hitam yang sebelumnya tak diketahui.
Nova sinar-X adalah yang berusia singkat yang muncul tiba-tiba, mencapai puncak
pemancarannya dalam beberapa hari, lalu memudar selama berbulan-bulan. Pancaran
sinar itu meningkat saat semburan gas yang tersimpan tiba-tiba memancar ke arah
salah satu objek paling padat yang diketahui. Sumber tersebut menyorot Burst
Alert Telescope Swift dua kali pada 16 september. Nova itu, atau Swift
J1745-26, berada beberapa derajat dari pusat Galaksi Bimasakti ke arah
konstelasi Sagittarius.
Dalam
astronomi, pusat Bimasakti masih merupakan daerah ”abu-abu”, posisi pastinya
belum dapat ditentukan. Pusat Bimasakti diyakini berada di daerah Sagittarius
A*. Jika diteropong dalam panjang gelombang visual, wilayah ini hanya daerah
gelap, tapi memancarkan gelombang radio sangat kuat.
Lubang hitam
memang akan menarik benda-benda dalam batasan jarak tertentu. Matahari berjarak
sekitar 30.000 tahun cahaya (285.000 triliun kilometer) dari pusat Bimasakti.
Kini, Matahari berumur 5 miliar tahun dan tetap ada di posisinya, tidak tersedot
lubang hitam.
Ada teori yang menyebutkan, daya hisap
sebuah lubang hitam bisa melemah lalu ia akan masuk ke fase tidur, berhenti
memakan benda angkasa. Menurut George Helou, dari Spitzer Science Center NASA
di Institut Teknologi California, lubang hitam di galaksi kita saat ini sedang
dalam fase tidur itu. Lubang hitam yang
disebut Sagittarius A itu letaknya berada di tengah galaksi Bimasakti.
Scherbakov, astronom dari pusat Astrofisika Harvard mengatakan, lubang hitam di
galaksi Bimasakti hanya memakan 0,01% bintang di sekelilingnya. Namun
selanjutnya peneliti juga menemukan fakta, lubang hitam senantiasa berevolusi,
sehingga bisa jadi akan aktif lagi suatu hari nanti.Semakin banyak ia menelan bintang, semakin
cepat pula proses evolusinya.
Menurut data yang didapat dari teleskop luar angkasa, selama beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak lubang hitam menelan benda angkasa. Selain itu, dikatakan bahwa semakin banyak ia menghisap benda angkasa, semakin besar pula daya sedotnya. Ini dikarenakan peningkatan unsur ion di dalamnya. Namun tidak hanya berevolusi, belakangan juga diketahui lubang-lubang hitam yang ada di berbagai galaksi juga saling bergabung. Berbagai benda angkasa yang masuk ke dalam lubang hitam mengandung banyak energi dalam jumlah besar. Sehingga gabungan antarlubang hitam tentunya juga meningkatkan jumlah energi yang di milikinya. Energi ini dapat mengendalikan alur keluar masuk gas dan debu ke luar lubang.
Menurut data yang didapat dari teleskop luar angkasa, selama beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak lubang hitam menelan benda angkasa. Selain itu, dikatakan bahwa semakin banyak ia menghisap benda angkasa, semakin besar pula daya sedotnya. Ini dikarenakan peningkatan unsur ion di dalamnya. Namun tidak hanya berevolusi, belakangan juga diketahui lubang-lubang hitam yang ada di berbagai galaksi juga saling bergabung. Berbagai benda angkasa yang masuk ke dalam lubang hitam mengandung banyak energi dalam jumlah besar. Sehingga gabungan antarlubang hitam tentunya juga meningkatkan jumlah energi yang di milikinya. Energi ini dapat mengendalikan alur keluar masuk gas dan debu ke luar lubang.
Penghisapan lubang hitam atas benda
angkasa melepaskan banyak energi. Tidak hanya radiasi, tapi juga gas yang
dilepaskan sampai jauh ke luar galaksi. Gas ini
dapat mengubah susunan letak bintang, dan menghentikan
perkembangan
galaksi.
H. Lubang Hitam Monster Ditemukan
Menurut Hawking,
ada dua jenis Lubang Hitam, Lubang Hitam Kecil dan Lubang Hitam Besar. Tim peneliti
yang dipimpin oleh astronom Universitas California, Berkeley, menemukan dua
lubang hitam super besar, mengalahkan ukuran lubang hitam terbesar yang ada
sekarang “Mereka seperti monster”. Kami tidak menyangka menemukannya karena
mereka lebih masif dari yang bisa diperkirakan dari karakteristik galaksinya,
“kata Chung Phei Ma, astrofisikawan Berkeley yang terlibat penelitian, kepada AP, Senin (6/12/2011). Satu lubang
hitam berada di galaksi NGC 3842, di kluster Leo, berjarak 320 juta tahun
cahaya dari Bumi. Ukuran lubang hitam itu sekitar 9,7 juta kali massa Matahari.
Lubang hitam kedua yang ditemukan berada
di galaksi NGC 4889, di kluster Coma. Berjarak 335 juta cahaya dari Bumi,
ukuran lubang hitam ini sekitar 10 juta kali massa Matahari. Begitu besarnya,
dua lubang hitam tersebut mengalahkan lubang hitam di galaksi elips Messier 87
yang memiliki ukuran 6,3 juta kali massa Matahari. Sementara, menurut Nicolas
Mc.Donnel, pemimpin peneliti, dua lubang hitam terbesar yang ditemukan
berukuran 2.500 kali lubang hitam di galaksi Bimasakti.
Ma menjelaskan, “Dua lubang hitam
supermatif ini memiliki massa yang sama dengan quasar muda, dan mungkin
merupakan missing link antara quasar dan lubang hitam supermatif
yang kita lihat sekarang.”
Lubang hitam adalah objek yang punya daya
tarik kuat sehingga cahaya pun tak bisa lepas darinya. Hampir setiap galaksi
memiliki lubang hitam. Kuasar adalah objek paling jauh dan paling teraang di
semesta. Penemuan lubang hitam ini memberikan pertanyaan baru bagi para
ilmuwan, bagaimana lubang hitam tumbuh. Ilmuwan mengatakan bahwa pertumbuhan
lubang hitam mungkin dipengaruhi oleh ukuran galaksi. Galaksi yang besar adalah
gabungan dari galaksi yang kecil. Lubang hitam di pusat galaksi bisa bergaabung
menjadi yang lebih besar. Tapi, lubang hitam juga bisa tumbuh besar dengan
mengisap gas. Ini seperti menyatakan apakah anak tumbuh ting-
gi karena
orangtua yang tinggi atau karena makan banyak bayam.
Penemuan lubang hitam biasanya selalu
identik dengan ukuran besar, menegaskan bahwa kekuatan lubang hitam untuk
menghisap apapun yang ada tak terkecuali cahaya. Namun, kini astronom menemukan lubang hitam paling mungil, yang
berukuran 3 kali lebih kecil dari Matahari.
Lubang hitam paling mungil itu ditemukan di sistem yang bernama IGR
J17091-3624. Lubang hitam tersebut berjarak 16.000 - 65.000 tahun cahaya dengan
1 tahun cahaya sama dengan 10 triliun kilometer.
Bagaimana
menemukan lubang hitam terkecil ini? Astronom memakai Rossi X-ray Timing
Explorer (RXTE) milik NASA. Wahana
antariksa itu mendeteksi keberadaan lubang hitam dengan melihat "detak
jantung"-nya. Detak jantung merujuk pada gambaran sinar X yang dipancarkan
dari lubang hitam. Astronom
menjelaskan, IGR J17091-3624 memiliki lubang hitam dengan satu bintang
terdekat. Massa gas dari bintang itu "mengalir" ke lubang hitam,
terpanaskan hingga jutaan derajat Celsius dan akhirnya mengemisikan sinar X.
Pancaran
sinar X ketika dicitrakan membentuk grafik serupa detak jantung manusia.Seperti
diuraikan oleh Space, Jumat (16/12/2011), grafik itu merupakan tanda adanya
lubang hitam. Sebelumnya, observasi
di sistem GRS 1915+105 juga menghasilkan temuan serupa. Lubang hitam di sistem
tersebut memiliki massa besar, mencapai 14 kali Matahari.
Astronom
menjelaskan, sinar X yang dilihat di GRS 1915+105 sangat terang, bertahan
hingga berjam-jam. Sebaliknya, sinar X yang dilihat di IGR J17091-3624 20 kali
lebih kecil. Tomaso Belloni dari
Observatorium Brera, Italia, yang terlibat penelitian ini mengatakan bahwa hal
itu ]bisa berkaitan
dengan
kecilnya ukuran lubang hitam.
J. Black Hole Atau Lubang Hitam Kembar Yang Ditemukan Di Galaksi Markarian 739
Kedua black hole yang ditemukan itu juga merupakan black hole yang
sangat aktif dan masuk ke dalam klasifikasi ‘supermassive’ yang artinya,
masing-masing memiliki massa yang sama dengan jutaan atau bahkan miliaran kali
lipat massa bintang
seperti Matahari
kita.
Padahal, black hole biasa yang terbentuk akibat hancurnya bintang raksasa hanya berukuran 10 sampai 20 kali lipat dibandingkan dengan massa Matahari.
Padahal, black hole biasa yang terbentuk akibat hancurnya bintang raksasa hanya berukuran 10 sampai 20 kali lipat dibandingkan dengan massa Matahari.
Di pusat sebagian besar galaksi raksasa, termasuk
Bima Sakti, berada sebuah supermassive black hole yang memiliki bobot jutaan
kali lipat dibandingkan dengan massa Matahari. Peneliti dari
NASA, seperti dikutip dari Space, 11 Juni 2011. Sebagian di antaranya
memancarkan radiasi miliaran kali lebih besar dibanding energi Matahari. Namun demikian,
Koss menyebutkan, meski supermassive black hole merupakan fenomena yang umum
yang hadir di pusat galaksi,
tidak semua black hole memancarkan energi radiasi yang disebut dengan ‘active
galactic nuclei (AGN). Dengan demikian, mendapatkan sebuah black hole raksasa
yang aktif sangat langka. Apalagi menemukan dua buah black hole raksasa dalam
satu galaksi.
Astronom menduga bahwa sepasang supermassive black hole ini terbentuk saat ada galaksi yang hancur. Jika dua buah galaksi saling bertabrakan, dan masing-masing memiliki sebuah supermassive black hole, ada kemungkinan bahwa kedua black hole menjadi aktif sebagai AGN, kata Richard Mushotzky,peneliti lain dari University of Maryland.
Astronom menduga bahwa sepasang supermassive black hole ini terbentuk saat ada galaksi yang hancur. Jika dua buah galaksi saling bertabrakan, dan masing-masing memiliki sebuah supermassive black hole, ada kemungkinan bahwa kedua black hole menjadi aktif sebagai AGN, kata Richard Mushotzky,peneliti lain dari University of Maryland.
Dua Black Hole Besar Ditemukan di Pusat galaksi Markarian 739.
K. Lubang Hitam Dalam Jaring Galaksi Spiral
Wahana Nuclear Spectroscopic
Telescope Array (NuSTAR) milik NASA telah mengarahkan pandangannya pada
sebuah galaksi spiral dan menangkap cahaya cemerlang dari dua lubang hitam
bersembunyi di dalam. Citra terbaru tersebut dirilis hari Senin yang lalu,
bersama dengan citra hasil pengamatan NuSTAR pada sisa-sisa supernova
Cassiopeia A, dalam pertemuan American Astronomical Society di Long
Beach, California.
Menurut Lou Kaluzienski, ilmuwan program
NuSTAR di kantor pusat NASA di Washington, “Gambar-gambar baru ini
menampilkan hasil pengamatan NuSTAR yang menampilkan hal-hal yang belum pernah
teramati sebelumnya. Dengan sensitivitas yang lebih besar dari kemampuan
pencitraan NuSTAR, kita mendapatkan banyak informasi baru tentang berbagai
macam fenomena kosmik dalam wilayah energi tinggi sinar-X spektrum
elektromagnetik.”
Diluncurkan Juni 2012 yang lalu, NuSTAR
adalah wahana teleskop mengorbit pertama dengan kemampuan untuk memfokus cahaya
energi tinggi sinar-X. Hal ini dilakukan agar dapat melihat benda-benda secara
rinci jauh lebih besar dari misi sebelumnya, yang beroperasi pada panjang
gelombang yang sama. Sejak diluncurkan, tim NuSTAR telah merubah-halus sistem
teleskop, yang meliputi tiang panjang sepanjang bus sekolah yang menghubungkan
cermin dan detektor.
Misi ini telah melihat berbagai kondisi
ekstrim berenergi tinggi, termasuk lubang hitam dekat dan jauh, dan inti yang
sangat padat bintang mati. Selain itu, NuSTAR telah mulai pencarian lubang
hitam di wilayah bagian dalam galaksi Bima Sakti dan galaksi jauh di alam
semesta. Di antara target teleskop adalah galaksi spiral IC342, juga dikenal
sebagai Caldwell 5, ditampilkan dalam salah satu dari dua gambar berikut.
Galaksi ini terletak 7 juta tahun cahaya di konstelasi Camelopardalis
(Jerapah). Sebelumnya X-ray pengamatan galaksi dari X-ray Chandra NASA
Observatory mengungkapkan adanya dua lubang hitam menyilaukan, disebut sumber
ultraluminous X-ray (ultraluminous X-ray source/ULXs).
Bagaimana ULXs bisa bersinar begitu
cerlang adalah misteri yang masih dipelajari dalam astronomi. Sementara lubang
hitam tidak sekuat lubang hitam supermasif di pusat galaksi, mereka lebih dari
10 kali lebih terang dari bintang-massa lubang hitam yang berada antara bintang-bintang
di galaksi kita sendiri. Astronom berpikir bahwa ULXs bisa jadi merupakan
lubang hitam massa menengah yang tidak terlalu banyak ditemukan, dengan
beberapa ribu kali massa matahari kita, atau lubang hitam bermassa-bintang yang
kecil dalam keadaan sangat terang. Kemungkinan ketiga adalah bahwa lubang hitam
tidak cocok dengan kategori kedua kategori tersebut.
Menurut Fiona Harrison, peneliti utama
NuSTAR di Institut Teknologi California di Pasadena, “Sinar-X energi tinggi
memegang kunci untuk membuka misteri seputar obyek-obyek antariksa tersebut.
Apakah mereka adalah lubang hitam besar, atau ada fisika baru dalam cara mereka
berproses, jawabannya akan menjadi menarik. Dalam gambar tersebut, dua titik
terang yang muncul terjerat dalam lengan galaksi IC342 adalah lubang hitam.
Energi tinggi sinar-X cahaya telah diterjemahkan ke warna magenta, sedangkan
galaksi itu sendiri ditampilkan dalam cahaya tampak. Sebelum NuSTAR, energi
tinggi sinar-X gambar galaksi ini dan dua lubang hitam akan sangat kabur
citranya, yang semuanya akan muncul sebagai salah satu pixel,” kata Harrison.
Sisa supernova Cassiopeia A yang
bersejarah, terletak 11000 tahun cahaya di konstelasi Cassiopeia. Warna biru
menunjukkan energi tertinggi cahaya sinar-X dilihat oleh NuSTAR, sementara
merah dan hijau menandakan ujung bawah rentang energi NuSTAR itu. Daerah biru
adalah di mana gelombang kejut dari ledakan supernova yang menghentak kepada
materi sekitarnya, mempercepat partikel hampir kecepatan cahaya. Sebagai
partikel mempercepat, mereka mengeluarkan jenis cahaya yang dikenal sebagai
radiasi synchrotron.
NuSTAR akan dapat menentukan untuk pertama kalinya bagaimana energik
partikel, dan mengungkap misteri apa yang menyebabkan mereka untuk mencapai
kecepatan yang begitu besar.
Menurut Brian Grefenstette dari Caltech,
seorang peneliti utama pada pengamatan, “Cas A dapat memberikan penggambaran
untuk mempelajari bagaimana bintang-bintang besar meledak dan juga memberikan
kita petunjuk akan asal-usul partikel energi tinggi, atau sinar kosmik, yang
kita lihat di sini di Bumi. Dengan NuSTAR, kita bisa mempelajari di mana, serta
bagaimana, partikel dipercepat mencapai energi ultra-relativistik dari sisa
yang ditinggalkan oleh ledakan supernova.”
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Lubang
hitam saat ini menjadi topik pembicaraan dikalangan para Astronom. Seiring
dengan perkembangan waktu, semakin banyak pula lubang hitam di temukan di alam
semesta ini. Diperkirakan setiap Galaksi mempunyai lubang hitam, baik itu di
galaksi bimasakti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar