Translate Language

Rabu, 11 Januari 2017

Kisah Pemuda Beribu-Bapakkan seokor Babi



Nabi Musa AS adalah satu-satunya Nabi yang boleh bercakap terus dengan Allah SWT. Setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia akan bercakap dengan Allah. Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain. Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah. "Ya Allah, siapakah orang di surga nanti yang akan berjijiran dengan aku ?". Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawaban, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikuti tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat berkenaan. Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau akhirnya bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu. Tuan rumah itu tidak melayani Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu diperhatikannya dengan cermat. Nabi Musa terkejut melihatnya. "Apa hal ini ?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh keheranan. Babi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk dicium, kemudian dihantar semula ke dalam bilik. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta dicium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudian dihantarnya semula ke bilik. Selesai kerjanya, barulah dia melayani Nabi Musa. "Wahai saudara ! Apa agama kamu ?". "Aku agama Tauhid", jawab pemuda itu yaitu agama Islam. "Habis, mengapa kamu memelihara babi ? Kita tidak boleh berbuat begitu." Kata Nabi Musa. "Wahai tuan hamba", kata pemuda itu. "Sebenarnya kedua babi itu adalah ibu bapak kandungku. Oleh karena mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah menukarkan rupa mereka menjadi babi yang buruk rupanya. Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah SWT. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajibanku sebagai anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibu bapakku sebagaimana yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menjadi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.", sambungnya. "Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampunkan. Aku bermohon supaya Allah menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenarnya, tetapi Allah masih belum mengabulkan doa ku", tambah pemuda itu lagi. Maka ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa AS 'Wahai Musa, inilah orang yang akan berjijiran dengan kamu di Surga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepada kedua ibu bapaknya. Ibu bapaknya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia masih berbakti juga. Oleh itu, Kami naikkan maqamnya sebagai anak shaleh di sisi Kami." Allah juga berfirman lagi yang bermaksud : "Oleh kerana dia telah berada di maqam anak yang shaleh di sisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua ibu bapaknya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam surga." Itulah berkat anak yang shaleh. Doa anak yang shaleh dapat menebus dosa ibu bapak yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke surga.
Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada ibu bapaknya. Walaupun hingga sekarang rupa ayah dan ibunya seperti babi. Mudah-mudahan ibu bapak kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak. Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua ibu bapak kita itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa. Walau banyak sekali dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah SWT supaya kedua ibu bapak kita diampuni Allah SWT. Doa anak yang shaleh akan membantu kedua ibu bapaknya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibu bapak di alam kubur. Kasih sayang seorang anak kepada ibu dan bapaknya bukan melalui hantaran uang ringgit, tetapi sayang seorang anak pada kedua ibu bapaknya ialah dengan doanya supaya kedua ibu bapaknya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah. Untuk mengetahui lebih mendalam kisah alam akhirat silahkan dapatkan buku terbitan syarikat Nurulhas yang berjudul: BILA IZRAIL  DATANG MEMANGGIL.

sumber : Mading Pendidikan Fisika


Tidak ada komentar:

Posting Komentar